Seputar Peradilan

PENGADILAN AGAMA BANDUNG TURUT MEMERIAHKAN HARI JADI MAHKAMAH AGUNG KE 73

HUT MA ke 73

Bertempat di Pengadilan Tinggi Jawa Barat Jl. Cimuncang No. 21 Bandung diadakan peringatan Hari Ulang Tahun Mahkamah Agung ke 73 bertepatan tanggal 19 Agustus 2018, peringatan HUT MA RI ini diikuti 2 (dua) Pengadilan Tingkat Banding.yaitu Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat, dan 4 (empat) Badan Peradilan Tingkat Pertama yang ada di Kota Bandung diantaranya Pengadilan Negeri Bandung, Pengadilan Agama Bandung, Pengadilan Tata Usaha Negara, dan Pengadilan Militer II 09 Bandung.

Pengadilan Agama Bandung yang diwakili 30 orang serta dipimpin oleh Ketua PA Bandung Drs. H. M. Arsyad M. SH., MH turut serta dan memeriahkan acara tersebut, pada upacara HUT MA kali ini bernuansakan olahraga, sebagai Pembina Upacara Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat H. Arwan Byrin, SH., MH., Turut hadir pada acara tersebut Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat Drs. H. Bahrussam Yunus, S.H., M.H. dan Waka PTA Drs. H. Mardiana Muzhaffar, S.H., M.H. Setelah prosesi upacara selesai, acara selanjutnya adalah Olahraga bersama, dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng yang diadakan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

HUT Mahkamah Agung ke 73 pada tahun 2018 ini bertemakan “Era Baru Peradilan Modern Berbasis Teknologi Informasi”; beberapa catatan penting yang harus diingat oleh aparatur Mahkamah Agung atas pidato Ketua Mahkamah Agung tersubut diantaranya : bahwa di era ini seluruh   warga peradilan harus dapat   meningkatkan   pemahaman   dan penguasaan teknologi informasi sehingga lebih adaptif dengan sistem elektronik yang ada untuk   menunjang pelaksanaan   tugas peradilan secara efektif, efisien, transparan. Yang sudah berjalan selama ini adalah Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), dan kedepannya akan disosialisasikan e-court sesuai terbitnya Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik. Melalui Perma itu, penyelanggaraan administrasi peradilan diubah dari yang sebelumnya bersifat konvensional menjadi sistem elektronik melalui aplikasi e-court. Dengan begitu, pencari keadilan memperoleh berbagai kemudahan dan efesiensi yang cukup signifikan, mulai dari biaya pengajuan gugatan, waktu, dan lain-lain. Pesan penutup Ketua Mahkamah Agung yaitu seiring dengan bertambahnya usia Mahkarnah Agung tersebut, marilah kita rapatkan barisan dan rekatkan persatuan untuk mewujudkan  badan peradilan Indonesia yang agung. (Deni Syamsudin IT)