Seputar Peradilan

PEMBINAAN KPTA JAWA BARAT DI PENGADILAN AGAMA BANDUNG

Pembinaan Ketua KPTA

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat Drs. H. Bahrussam Yunus, SH., MH. dalam kunjungan kerjanya di Pengadilan Agama Bandung pada hari Jum’at tanggal 9 Maret 2017 pukul 13.30 WIB, dengan agenda melaksanakan Pembinaan kepada seluruh jajaran di Pengadilan Agama Bandung. Pembinaan tersebut merupakan tugas yang diemban KPTA dari Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, supaya melaksanakan pembinaan di pengadilan tingkat pertama khususnya pengadilan yang besar.

Bertempat di Ruang serbaguna, dengan dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama Bandung Drs. H. M. Arsyad M, SH., MH. Wakil Ketua, Panitera, Sekretaris, Seluruh Hakim dan Pegawai, mengikuti acara pembinaan dari KPTA tersebut.

Materi yang disampaikan oleh KPTA diantaranya sebagai berikut :

  1. Untuk terus mempertahankan prestasi SAPM (Sertifikasi Akreditasi Penjaminan Mutu) yang telah diraih ole PA Bandung. Syarat untuk terus mempertahankan antara lain : Peningkatan Kinerja dari seluruh lapisan, sesuai dengan tupoksinya dan Hakim sebagai pilar utama, ditunjang oleh Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang harus selalu bersinergi dan saling mendukung, dan sebagai pengawas dan pengontrolnya adalah Ketua PA dan Wakilnya.
  2. Manajemen Kepemimpinan
  3. Aksebilitas Putusan, dalam kurun terakhir ini PA Bandung terus bekerja dengan baik, dengan indikator penurunan perkara yang diselesaikan lebih dari 5 Bulan semakin menurun drastis dari jumlah 30-40 perkara tersisa lebih dari 5 bulan sekarang tersisa hanya 8 perkara. Kunci keberhasilan ini adalah merupakan dari Kerja Keras Majelis, Pembinaan dan Pengawasan Pimpinan, Rasionalisasi Majelis, Berjalannya Manajemen Majelis, Diterapkannya Teknik Pemeriksaan juga ditunjang oleh Panitera / Panitera Pengganti dan Jurusita / Jurusita Pengganti yang professional.
  4. Selalu berpedoman pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) sebagai bahan acuan untuk membuat keputusan.

    Ketua PTA Jawa Barat juga menyampaikan  bahwa banyaknya pengaduan ke Mahkamah Agung diantaranya karena panggilan atau Relaas dinyatakan tidak / kurang patut, untuk itu Ketua PTA  Jawa Barat mengingatkan kepada Jurusita/ Jurusita pengganti agar bekerja semaksimal mungkin dan bila perlu bertanya kepada tetangga agar yang bersangkutan bisa bertemu dan mendapat relaas langsung, karena banyaknya panggilan yg tidak ketemu dan disampaikan kepada aparatur kelurahan itulah yang mendominasi pengaduan ke Mahkamah Agung.

Pembinaan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan acara berakhir pada pukul 16.00 WIB. (Deni Syamsudin/IT)